Cari Blog Ini

Minggu, 05 Desember 2010


Rara mau jadi apa?

“ Ra, nanti kalo udah gede Rara mau jadi apa?”, tanya mama sambil membelai rambut Rara yang sudah kelihatan panjang.
“ mmm.. Rara nggak mau jadi apa-apa kok ma”, jawab Rara mantap.
“ Lho, kok gitu. Emang Rara nggak pengen ya jadi kayak kakak yang pinter Komputer atau papa yang merawat orang sakit?”, sahut mama heran.
“ Nggak ah ma, Rara nggak mau jadi apa-apa. Lagian klo jadi orang dewasa kayak papa dan kakak itu ribet”.
“ Lha, nanti kan Rara juga akan dewasa? Nggak bakalan jadi anak-anak terus?”, sambung mama.
“ Males ah ma, Rara males jadi orang dewasa, nanti aja mikirinnya klo udah gede. Kan sekarang Rara masih kecil”.
“ Emang kenapa sama orang dewasa?”, tanya mama lagi.
“ Orang dewasa itu ribet ”.
“ Ribet? Maksud nya ribet gimana sih ra?”, selidik mama.
“ Iya, itu tu kayak mbak Ana, keponakan mama. Masa mau pergi kuliah aja mesti dandan dulu didepan kaca. Padahal kan dia udah ditungguin tu sama temennya. Mana dandannya udah lama, menor lagi, kayak badut. Hi serem…”.
“ Hush, nggak boleh gitu ah. Nanti mbak Ana nya denger lho?”.
“ Biarin, biar mbak Ana nya nggak dandan kayak gitu lagi, he..”, sahut Rara menahan ketawa saat mbak Ana lewat di depan mereka.
“ Pokoknya Rara nggak mau jadi apa-apa ma.  Sekarang Rara cuma pengen jadi anak mama yang manja aja deh”.
“ Bener nih, masih mau jadi anak mama yang manja?”, tanya mama sambil menggelitiki tubuh Rara yang mungil.
“iyaaaa….. “, sahut Rara kegelian.




LOMBA FF-SANG KEGELAPAN


Sang Kegelapan

Kulangkahkan kaki dengan cepatnya, berusaha untuk menghindar dan berlari dari sosok yang terus mengikuti kemana langakahku pergi. Aku berlari dan terus berlari, tak kan ku biarkan sosok itu mendekatiku apalagi sampai menjamahku. Sosok itu selalu menunggu akan rapuhnya jiwa manusia. Jika sosok itu mendapati jiwaku yang sedang rapuh, maka dia akan menenggelamkanku dalam ketidakberdayaan dan meninggalkanku dalam keputusasaan.
Cahaya..
Ya, hanya cahayalah yang aku butuhkan agar hidupku tak terjamah oleh sosoknya yang menakutkan. Agar langkahku tiada tersesat olehnya, agar aku selalu berada dijalan-Nya. Dengan cahaya itu dia takkan bisa mendekatiku.
“Pergilah kau, wahai sang kegelapan..”